Sabtu, 13 Oktober 2012

Koloni Klanceng Pertama ku



Lebah trigona sp
Lebah trigona atau sering disebut stingless bee, lebah klanceng (jawa), terdiri banyak jenis. Salah satu jenis yang paling dikenal adalah nano trigona hitam yang biasa hidum di dalam bamboo yang telah kering dan berlobang. Bentuk lebah ini hitam, dan tak bersengat. Jenis lain yang sama peris bentuknya dengan lebah klanceng tersebut adalah trigona carboniora yang mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar. Panjang lebah ini kira-kira 5-6 mm, dengan ukuran tubuh 3-4 kali lebah trigona nano. Spesies ini ada di Indonesia, dan baru2 ini saya mendapatkan dari hutan di wilayah Pekalongan. Lebah ini biasanya hidup di batang pohon yang berongga dan berukuran cukup besar (diameter diatas 25 cm).  



Saya telah memulai untuk menangkar satu koloni tersebut untuk dapat dikembangkan secara intensif. Hasil pengamatan selama 5 hari paska instalasi menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Aktivitas yang sangat tinggi ditunjukkan dengan lalu lintas lebah yang keluar masuk sarang sangat tinggi dengan membawa propolis atau pollen (kedua jenis benda ini bisa dilihat di kaki belakang trigona saat kembali ke sarang). Mulut/pintu masuk telah dibangun mereka dengan menambah propolis sehingga bentuknya menonjol. Hal ini mudah2an mengindikasikan kalo koloni sudah berniat membangun dan mengembangkan sarang yang permanen pada tempat yang saya rekayasa (penambahan bentuk kotak di kayu log sarang aslinya).

 Sebenarnya masih ada beberapa jenis trigona yang sangat potensial untuk dikembangkan seperti melipona scutelaris (kalo di internet biasanya banyak di ekspose oleh peternak brazil) karena kantong madunya yang besar dan terpisah dengan telur. Akan tetapi saya belum sempat menemukan koloni ini di daerah saya, meskipun saat saya mengamati lebah2 yang datang di bunga2 di depan rumah, jenis yang identik dengan spesies tersebut tampak hadir mencari nectar atau pollen. Yang sering tampak di lingkungan daerah saya adalah jenis nano trigona yang sangat kecil, dan relatif sulit untuk memanen madunya karena tata letak telur, pollen dan madu tidak se teratur lebah trigona lain yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar