Rabu, 14 November 2012

BAGAIMANA MENDAPATKAN KOLONI KLANCENG

Lebah klanceng atau trigona banyak terdapat di sekitar kita, biasanya bersarang di dinding bambu di masyarakat pedesaan. Ini merupkan trigona yang sangat kecil, yang biasa kita jumpai. Masyarakat seringkali tidak menyadari akan manfaat lebah ini, dan cenderung tidak mempedulikan keberadaan hewan ini. Padahal bila di telusuri, lebah ini mampu memberikan mandu dan propolis yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ketidakpedulian masyarakat dikarenakan rendahnya madu yang dapat diproduksi hewan ini, Biasanya, dalam sekali pengambilan madu klanceng lilar, hanya mendapatkan tidak lebih dari 1 gelas madu. Lebah ini sangat mudah dibudidayakan dan tidak berbahaya karena memang tidak punya sengat. Bayangkan bila kita mempunyai 50 koloni lebah klanceng jenis ini, paling tidak mampu memberikan hampir 50 gelas madu setiap  dan sekitar 5 kg propolis setiap kali panen madu (sekitar 2-3 bulan). Kalaupun belum bisa di komersialkan, hasil madu dapat dimanfaatkan sebagai tambahan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Klanceng jenis ini biasanya mencari makan di sekitar sarang. Oleh karena itu, dalam budidaya klanceng jenis ini perlu mengupayakan tanaman sumber makanan lebah di sekitar sarang. (radius tidak lebih dari 50 m)
Cara memuliabiakkan lebah ini sangat sederhana, berikut ini
Kandang/kotak lebah   : dari triples atau kayu sengon, bambu
Ukuran    : tinggi 10 cm, lebar 10 cm dan panjang 25 cm
Ambil koloni liar lebah klanceng yang ada di dinding bambu, pindahkan semua telur dan berikut pekerja dan  ratunya. Jadilah lebah klanceng yang telah ditangkarkan pada kotak yang direncanakan.
tujuan pembuatan kotak adalah untuk memudahkan dalam memanen madu, dan juga untuk tujuan pemecahan koloni.

Jenis lebah klanceng yang lain, yang tubuhnya lebih besar, berwarna hitam, besarnya sekitar 3-4 kali lebah klanceng diatas, sering disebut dengan trigona Carbonaria, masih bisa dijumpai di hutan-hutan di Jawa. Saya sudah mendapatkan koloni ini di hutan daerah Pekalongan, dan sudah saya tangkarkan. Produksi madu lebah ini tentunya jauh lebih besar dari klanceng yang hidup di dinding/bambu. Ukuran pot madu sebesar ibu jari orang dewasa, bentuk sarangnya bertipe spiral dan berada di tengah sarang. produktivitas madunya belum bisa diukur, tapi bila berdasarkan di internet, lebah mampu bisa lebih dari 2 gelas setiap kali panen (3 bulan).Saat ini koloni klanceng carbonaria pertamaku sudah 2 bulan, ntar lagi saya akan mencoba untuk memanen madu nya, dan memindahkan koloni ke kotak ukuran 25x25x7 cm +25x25x7 cm (dua tingkat).
Pemecahan koloni untuk jenis ini juga simple, cukup dengan memecah telur menjadi 2 bagian, dan ditempatkan pada kotak yang berbeda. Menurut penelitian, saat kita memecah koloni, untuk koloni yang tanpa ratu, lebah pekerja segera akan menjadikan telur yang ada menjadi calon ratu, sehingga mampu menjadi koloni yang terpisah. Jangkauan mencari makan lebah ini juga cukup jauh. Berdasarkan pengamatanku, setiap lebah yang pergi mencari sumber makanan, dia akan terbang tinggi kemudian menuju arah tertentu yang belum bisa saya identifikasikan sumber tujuannya. saya telah mencoba mencari di beberapa tumbuhan berbunga di arah perginya lebah, tapi masih belum menemukannya. Akan tetapi bila dilihat dari lalu lintas di pintu masuk kotak, menunjukkan keaktifan yang cukup baik. lebih 10 ekor lebah masuk sarang dalam 1 menit, artinya 360 dalam 1 jam, atau 3600 dalam sehari.
Jenis trigona lain, saya yakin masih bisa didapati di lingkungan kita, hanya saja, yang saya punyai baru kedua jenis klanceng ini. Untuk jenis yang lain masih dalam pencarian. Bila di lihat di daerah borneo (Kalimantan) masih ada jenis lain yang prospektif untuk dibudidayakan secara komersial (liat tulisan saya tentang penelitian trigona di UNMUL). Saat ini masih belum banyak orang yang menggeluti trigona, sehingga keragaman pemuliabiakan spesies trigona masih terbatas. Di Malaysia lebih berkembang lagi, dan mestinya kita tidak selayaknya ketinggalan di banding mereka. Di Indonesia, sejauh yang saya tahu, jenis trigona yang di tawarkan untuk dijualbelikan untuk ditangkarkan masih didominasi jenis yang pertama. Indikasinya adalah media sarang yang masih berupa bambu.
Bila ada telah membudidayakan jenis T. Carbonaria, atau jenis lain yang produktif, mohon di sharing informasinya, saya masih membutuhkan untuk menambah koleksi spesies trigonaku, untuk dikembangkan lagi untuk skala komersial.

Selasa, 13 November 2012

BUNGA MATAHARI



Bunga Matahari memiliki nama ilmiah Helianthus annuus Linn. Bunga matahari juga dikenal di beberapa daerah dengan nama bunga panca matoari, bunga teleng matoari, kembang sangenge, bungka matahari, dan beberapa nama lainnya. Selain merupakan tanaman herba berumur pendek, apalagi ciri-ciri bunga ini ?
Bunga matahari memiliki ciri umum diantaranya adalah batang tumbuh tegak dengan tinggi yang dapat mencapai 3 meter. Daunnya cukup lebar, berbentuk jantung. Bunga matahari sangat khas karena ukurannya yang lebar, mahkota berwarna kuning, dan bentuknya keseluruhannya menyerupai matahari.

Bunga matahari merupakan bunga yang berumur pendek dan sangat disukai lebah baik apis, trigona maupun polinator yang lain. Saat kita menanam bunga matahari di pekarangan, akan nampak berbagai jenis polinator berdatangan untuk mencari bunga dan nektar yang dikandung bunga matahari. Di beberapa negara, bunga matahari telah dimanfaatkan menjadi produk komersial seperti minyak goreng. di Indonesia, produk dari bunga matahari masih langka, kalaupun ada masih cukup mahal untuk ukuran kantong masyarakat kita, bahkan harga minyak bunga matahari jauh lebih murah di Ausy. Saat ini, pemanfaatan bunga matahari juga sebagai makanan ternak (hamster dan hamtaro, landak mini), jadi setidaknya masih punya nilai ekonomis. Kandungan nutrisi yang sangat baik, baarangkali perlu juga dipertimbangkan bunga matahari sebagai suplemen makanan ternak lain seperti burung kicauan, ataupun ternak unggas lain.


Manfaat dan Khasiat Bunga Matahari sebagai obat
Bunga matahari berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah,serta merupakan pereda nyeri alami. Oleh karena itu bunga matahari dapat digunakan untuk mengurangi nyeri saat sakit gigi, sakit kepala, nyeri haid, dan nyeri lambung.

Biji bunga matahari bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan, mengatasi kelesuan, dan meredakan sakit kepala.

Akar tanaman bunga matahari bermanfaat untuk meluruhkan air seni, mengatasi infeksi saluran kencing, batuk rejan, dan keputihan, serta dapat meredakan batuk, dan juga mengurangi rasa nyeri. Daunnya berkhasiat untuk meredakan radang, mengurangi nyeri, dan antimalaria.

Batang bunga matahari (bagian sumsumnya) dapat digunakan untuk meningkatkan vitalitas, membantu kerja liver. Semoga bermanfaat.
Bunga matahari ini, termasuk bunga musiman karena hanya bisa tumbuh hanya semusim. Namun bunga ini memiliki beberapa manfaat. Bunga ini juga memeiliki beberapahal yang kita mungkin belum tahu rahasia dibalik itu.
Baik daun maupun bunga dari bunga matahari bersif atheliotropis, yaitu, selalu mengikuti cahaya matahari. Tanaman bunga matahari menyimpan auxin. Auxin merupakan suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan. Biasanya jumlah auxin lebih banyak di sisi yang jauh dari sinar matahari. Itulah penyebab batang bunga matahari selalu tumbuh ke arah sinar itu. Tetapi, bunga yang sudah mekar penuh tidak lagi bersifat heliotropis. Meski demikian bunga matahari selalu menghadap ke arah timur.

Saat ini, bunga matahari memiliki nilai ekonomis. Biji bunga matahari bisa digunakan untuk menghasilkan minyak yang sangat bagus mutunya. Minyak tersebut bisa digunakan dalam masakan, saus salad, dan margarin. Biji bunga matahari memiliki nilai gizi yang tinggi.

Bunga matahari tidak dapat hidup di daerah yang tergenang air dikarenakan akarnya akan membusuk. Budidaya bunga matahari di Indonesia kurang memuaskan. Blogiztic.net akan mengupas cara budidaya bunga matahari yang benarsebagai berikut.

Bunga matahari ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Tanaman ini cocok di segala alam tetapi tanaman ini paling subur di daerah pegunungan, daerah yang memiliki kelembaban cukup dan banyak mendapatkan sinar matahari langsung. Bunga matahari dapat tumbuh didataran rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Bunga matahari ini diperbanyak dengan biji. Biji benih berasal dari bunga pertama induknya yang sudah tua. Caranya dengan penyemaian. Biji benih diambil dan ditabur dalam bekas yang mengandung tanah basah, ia mudah berkecambah dan cepat membesar. Jika hanya butuh sedikit, cukup menggunakan pot sebagai wahana persemaian. Untuk skala besar, semaikan di bedengan. Tunggu 10 hari sejak masa tabur, atau bila tinggi bibit sekitar 15 – 20 cm, baru boleh dipindahkan ke lokasi tanam. Satu lubang, cukup satu bibit. Jarak tanam sekurang – kurangnya 1 meter persegi. Jika terlalu rapat, batang tak akan berkembang dan bercabang. Besaran bunga pun akan mengecil, bahkan kerdil.

Tanaman bunga matahari sebaiknya ditanam pada tanah gembur. Di awal penanaman, taburkan 3 kg pupuk kandang (kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran lembu) per bibit. Ulangi saat tanaman berumur sebulan. Berikan 25 gram ZA per batang. Di usia 1,5 bulan, tambahkan 15 gram TSP per batang. Jangan lupa, perhatikan saluran pembuangan air, hama dan penyakit yang bisa mendera. Umur 2 bulan, bunga dari batang utama mulai kuncup, diikuti cabang – cabang di ruas – ruas daun di bawahnya. Satu batang tanaman bisa menghasilkan 10 – 12 tangkai bunga.

Untuk pemeliharaan bunga matahari, lakukan penyiraman setidaknya sekali sehari. Spesies pokok hiasan ini mampu menarik serangga yang turut membantu proses pembungaan untuk menghasilkan biji benih bagi pertumbuhan anak benih baru.

KENAPA PRODUK BUNGA MATAHARI SANGAT BERMANFAAT?
Produk bunga matahari mempunyai banyak kandungan nutrisi penting antara lain omega 6, omega 9, vitamin E, serta vitamin dan mineral (Helios dan kapsul Prima). Kadar nutrisi penting dari masing-masing produk adalah :

Healthy
Helios
PrimaPlus
99
Omega 6
72,64 %
31%
43%
35%
Omega 9
18,26 %
8%
11%
9%
Manfaat omega 6 dalam tubuh adalah diolah menjadi berbagai zat aktif yag berguna dalam metabolisme tubuh. Dalam tubuh omega 6 diolah menjadi :

sumber http://kitabherba.blogspot.com

KALIANDRA CALOTHIRSUS

Kaliandra merah (calothirsus) merupakan tanaman pagar yang perakarannya kuat karena tipe akarnya yang masuk ke dalam. Karakteristik ini lah yang dipakai alasan mengapa kaliandra sangat cocok untuk tanaman pagar pada tanah yang mempunyai kemiringan tajam. Kaliandra berbunga sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Bila menanam mulai biji, kaliandra akan mulai berbunga pada maksimum usia 2 tahun. Kaliandra tahan pada tanah yang terbatas airnya,kering dan tandus, karena perakarannya yang dalam, kaliandra mampu mengikat air sehingga dapat dipakai untuk merehbilitasi kandungan air tanah. Saat tanaman sudah setinggi 1 meter, akan bisa bertahan dan tumbuh subur meskipun saat musim kering (kemarau).
Kaliandra akan berbunga dan tumbuh subur pada kondisi cuaca yang ekstrim (panas >33 derajat celcius) dan daerah yang tandus, akan tetapi perkembangan generatif terganggu, bunga rontok sebelum jadi buah dan biji,sehingga untuk perbanbanyakannya dengan vegetatif (cangkok, stek, dll). Pada setiap pagi, bila kita amati, di pangkal benang sari terdapat titik2 air berwarna kekuningan, dan bila dijilat berasa manis. Itulah nektar yang disukai lebah, sehingga kaliandra menjadi tanaman primadona bagi pelebah.
Sebuah survey di Eropa, dengan 1 ha luasan tanah untuk budidaya kaliandara dalam satu tahun mampu menghasilkan 2 ton madu. Bayangkan, di Eropa terdapa 4 musim, dimana saat musim dingin semua tanaman hampir dipastikan mengalami hibernasi, sehingga tidak ada sedikitpun sumber makanan lebah alami. Sedangkan di Indonesia, kaliandra akan berbunga tanpa mengenal waktu. Saat ini musim penghujan, kaliandra ku masih tetep menampakkan bunganya dengan gagahnya. Sehingga masa-masa deplesi nektar tidak terjadi di Indonesia. Nah, dengan demikian jumlah produksi 2 ton madu per tahun di Eropa dapat terlampaui. 2 ton saat ini setara dengan 2000 kg x Rp50.000/kg atau sekitar 100 juta. Atau bila di kurskan dengan pendapatan  per bulan sekitar 8 juta per bulan. Praktis kita hanya butuh alat untuk pemanenan madu saja dan investasi awal koloni. Sungguh sangat menggiurkan.

Lahan seluas 1 ha, saat ini sangatlah sulit. Akan tetapi yang perlu diketahui, radius mencari makan lebah 3,2 mill atau sekitar 4.8 km. Artinya berapapun luasan tanah yang kita punya masih sangat menjanjikan. Katakanlah, tanah ukuran 20 x 25 m, bila sebagai tanaman pakar bisa ditanami 90 batang pohon kalindra. sedangkan luasana dalam bisa ditanami pohon berbuah seperti klengkeng dan durian. Bila di tanami klengkeng bisa sekitar 60 batang pohon, bila ditanami durian bisa 20 batang pohon. Disela-selanya bisa ditanami pohon semusim berumur pendek, atau tanaman perdu berbunga yang disukai lebah seperti bunga matahari, lombok, terong, dll.
Kaliandra sangat cepat bertunas setelah di potong. karena itu, kaliandra seringkali dipakai untuk sember makanan ternak baik kambing maupun sapi. Pemotongan terjadwal dapat dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan sepanjang waktu. Kaliandra mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ternak, hal ini telah dilakukan banyak penelitian mengenai manfaat kaliandra sebagai suplemen makanan ternak. Di Jawa Barat, kaliandra telah dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak kambing dan domba. Di Bedugul, Bali, kaliandra dipakai sebagai pakan sapi.
Di berbagai penelitian, telah mempublikasikan kaliandra sebagai tanaman yang sangat mudah beradaptasi dan sebagai tanaman yang mampu merehbilitasi tanah yang tercemar. Di Kalimantan, kaliandra dipakai untuk merehabilitasi tanah bekas tambang batu baru. Kaliandra mampu mengikat unsur2 tertentu (hara) sehingga mampu memulihkan kesuburan tanah, dan juga mampu menguraikan zat pencemar seperti sisa hasil tambang.
Saat ini saya telah mencoba untuk menanam biji kaliandra, untuk memanfaatkan lahan tidur. Disamping bisa dimanfaatkan daun dan bunganya, kaliandra bisa dipakai untuk kayu bakar. Nah, dalam pemanfaatan kaliandra di lahan saya ini akan dianalisis terhadap budidaya kambing, lebah trigona, dan kayu nya bisa dipakai untuk memasak.
tunggu posting saya berikutnya.

Senin, 12 November 2012

POTENSI DURIAN DI PEKALONGAN

Saat ini telah tiba musim durian. Di beberapa tempat telah mulai terlihat durian-durian unggulan masing-masing yang dijajakan seperti Kec, Doro dan Kec. Karanganyar di kab. Pekalongan. Beberapa varietas telah menunjukkan varietas unggul dengan rasanya yang sangat legit dan bijinya yang sangat kecil (seperti monthong). Rasa durian lokal lebih menunjukkan kandungan alkohol yang lebih tinggi sehingga lebih menggigit rasanya di banding dengan Monthong. Akan tetapi, persmasalahannya adalah belum ada upaya untuk memuliakan jenis-jenis durian lokal menjadi jenis yang unggul dan dibudidayakan secara luas. Sebagian petani enggan karena harus menunggu sekitar 5 tahun bila harus mengganti durian yang telah ada saat ini dengan bibit yang baru, meskipun jenis lokal yang unggul, disamping karena ketidaktahuan mereka bagaimana cara mengembangkan durian lokal unggul di sekitar mereka menjadi tanaman komersial yang dibudidayakan secara masal. Sebenarnya untuk tujuan ini sangatlah mudah, dengan cara menyemaikan biji-biji durian lokal lain, membiarkan hingga sekitar 50 cm tingginya, kemudian dengan teknik okulasi (penempelan) akan didapatkan varietas unggul yang dimaksudkan. Satu dahan durian unggul yang akan dibudidayakan bisa menghasilkan lebih dari 40 batang durian hasil okulasi. Penggantian pohon bisa dilakukan berkala, artinya bibit okulasi ditanam di sela2 pohon yang hendak digantikan, saat bibit okulasi siap untuk berbunga baru pohon yang lama di potong secara bertahap. Dengan demikian penggantian  pohon durian unggul tidak begitu mengganggu petani durian.

Durian ternyata juga bisa ditanam di daerah dataran rendah (panas) seperti di Bojong dan Sragi. Hal ini telah dibuktikan dengan durian yang telah ditanam di daerah Sragi (Dekat Stasiun Kereta Api Sragi) dapat berbuah dengan baik. Artinya, bagi masyarakat di daerah panas yang hobi dengan durian, dapat menghadirkan tanaman buah ini di pekarangan. Lumayan bisa menjadi menu tambahan yang murah saat musim durian tiba.
Sejalan dengan ini, upaya memberikan menu yang bervariasi bagi lebah bisa dilakukan. Saat musim durian tiba artinya lebah-lebah yang kita pelihara bisa mendapatkan sumber makanan dari bunga-bunga durian, disamping bermanfaat sebagai binatang pembantu penyerbukan. Pemanfaatan lahan tidur menjadi kebun buah (durian dan klengkeng) disamping bisa menghasilkan buah yang bisa dijual juga berefek ganda saat kita mengoptimalkan untuk budidaya lebah baik melifera, cerana maupun klanceng.

Senin, 05 November 2012

POTENSI MANGROVE


Wilayah pesisir dan lautan mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia. Kedua wilayah tersebut merupakan lahan kedua yang merupakan tumpuan harapan bagi pembangunan Indonesia di masa mendatang. 63 % wilayah teritorial Indonesia yang merupakan pesisir dan lautan , memiliki sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan yang kaya dan beragam, antara lain hutan mangrove, terumbu karang, perikanan, bahan tambang ,jasa perhubungan dan pariwisata.

Beberapa jenis tanaman mangrove yang umum dijumpai di wilayah pesisir Indonesia adalah jenis bakau (Rhizophora/red mangrove), api-api (Avicennia/black mangrove), Pedada (Sonneratia), Tanjang (Bruguiera), Nyirih (Xylocarpus), Tengar (Ceriops) dan buta-buta (Excoecaria). Ekosistem mangrove secara garis besar mempunyai dua fungsi utama yaitu fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Menurut Snedaker et al., dilihat dari segi ekosistem perairan, hutan mangrove mempunyai arti penting karena mempunyai fungsi ekologis. Fungsi ekologis ekosistem mangrove dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain aspek fisika, kimia dan biologi.  Masih menurut Snedaker et al., selain fungsi diatas, ekosistem mangrove juga memiliki fungsi-fungsi fisik yaitu, (1) mencegah terjadinya intrusi air laut kedaratan, (2) sebagai pantai dari abrasi.
Manfaat yang dapat dirasakan langsung diantaranya berupa kayu pohon mangrove, yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, kayu bakar, bahan untuk membuat arang, pulp, tunnin (zat penyamak), chipwood, dan sebagai obat tradisionil. Di pandang dari segi ekologi (lingkungan) hutan mangrove merupakan tempat berlindung dan tempat mencari makan bagi kehidupan fauna (ikan, crustacea), serta pengeksport bahan organik yang berguna untuk menunjang kelestarian biota akuatik (Heald & Odum, 1972 ; Macnae 1974 ; Barnes 1974).


Di beberapa negara pemanfaatan hutan mangrove tidak hanya pada pemanfaatan langsung seperti kayu bakar, konstruksi, makanan ternak sebagaimana yang telah dikemukakan Snedaker, akan tetapi telah dimanfaatkan untuk penumbuh kembangan budidaya lebah madu (Krisnamukty dan Siddiqi). Madura merupakan salah satu wilayah dimana banyak terdapat hutan mangrove yang tersebar di sepanjang pantai Madura maupun wilayah kepulauannya (BAKORSUNTANAL, 2003). Tingginya potensi hutan mangrove di Madura seharusnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat (masyarakat pesisir) melalui pendayagunaan potensi hutan mangrove untuk budidaya lebah madu sebagaimana yang telah di lakukan di beberapa negara seperti India dan Pakistan. 
Areal hutan mangrove di wilayah Jawa Timur cukup luas, yaitu sekitar 19.916,13 hektar. Luas hutan mangrove di KPH, Pulau Madura dan Probolinggo meliputi 16.052,43 hektar atau sekitar 80,60 % dari luas hutan mangrove di Jawa Timur (Djojomihardjo, 1982). Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah Madura, yang juga mempunyai kontribusi dalam menyumbangkan area mangrove di Madura. Beberapa wilayah potensial huran mangrove antara lain terletak dalam 5 titik lokasi yaitu kecamatan Kawnyar, Kamal, Socah, Bangkalan dan Arosbaya. Dalam penelitian ini dipilih 3 lokasi yaitu kecamatan Kamal, Socah dan Arosbaya, hal ini dengan pertimbangan pada kedekatan lokasi dengan institusi, kemudahan pengendalian, ketersediaan hutan mangrove dan tanaman rakyat pendukung lainnya seperti perkebunan mangga, kelapa, kapok randu dan siwalan.
Di beberapa lokasi, seperti wilayah pesisir kabuparen Gresik, keberadaan tanaman bakau dan tanaman lain di sekitar pantai menjadi tempat munculnya koloni lebah alamiah (apis cerana) di sekitar lokasi. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk budidaya lebah pada area pesisir dengan ketersediaan area hutan bakau di wilayah tersebut. Akan tetapi hingga saat ini masih sedikit penelitian lokal yang menelaah potensi ekonomi mangrove untuk budidaya lebah madu. Sehingga potensi mangrove yang begitu menjanjikan seperti yang telah dilakukan India masih belum dioptimalkan. Mangrove identik dengan masyarakat daerah pesisir, yang saat ini merupakan masyarakat yang masih tergolong belum sejahtera secara ekonomi. 

BERKEBUN



Saat kita mengamati lingkungan sekitar kita, seringkali tampak adanya lahan yang tak terpelihara, yang ditumbuhi rumput liar dan ilalang serta tanaman perdu yang tak terawat. Padahal, dengan menanam bibit buat tertentu, lahan yang semula tidak menghasilkan dapat memberikan hasil yang luar biasa baik dari penjualan buah yang dihasilkan, maupun integrasi dengan perlebahan jenis apis maupun trigona. Nah, dalam tulisan ini, saya berupaya untuk mengekspos tanaman kebun yang sekarang menjadi primadona, dan yang berfungsi sebagai hijauan yang bisa ditata dan dibentuk unik.
Bunga kayu putih merah. Tumbuhan ini mirip dengan pohon kayu putih, demikian pula aromanya. Bunganya seperti sikat botol berwarna merah. Di NTT tumubuhan ini sering dipakai untuk tanaman untuk menandai batas kepemilikan tanah. Di Jawa, tanaman ini sering sebagai tanaman hias, karena bunganya yang elok seperti sikat botol dan berwarna merah, dan sangat cocok untuk daerah beriklim panas. Kelebihannya, bunga ini banyak mengandung nectar, hal ini bisa dilihat saat jam 8-10 pagi, bila kita petik bunganya kemudian kita pukulkan ke telapak tangan maka akan ada bercak-bercak air berwarna kekuningan yang bila di jilat rasanya manis. Inilah nectar yang disukai lebah. Tumbuhan ini berbunga tanpa mengenal musim. Masa berbunga dari tanaman ini sekitar umur 3 tahun.

Kaliandra merah (Chalotirsus), biasanya dijadikan tanaman pagar, seperti hal nya lamtoro. Tumbuhan ini bisa tumbuh baik di daerah panas,akan tetapi perkembangan generatifnya terganggu (bunga rontok, tidak menjadi biji). Pada daerah beriklim sejuk, tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan dapat berbuah. Kaliandra juga menjadi primadona bagi para pemelihara lebah karena kandungan nectar yang melimpah saat pagi hari. Saat kita berada di daerah panas (>30 derajat Celsius) pengembangan pembibitan secara generative sulit dilakukan, oleh karena itu bisa diperbanyak dengan vegetative melalui stek atau cangkok. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun. Selain dimanfaatkan sebagai sumber nektar, juga daunnya bisa dipakai untuk makanan ternak (di Bali digunakan untuk suplemen makanan sapi), dan rehabilitasi lahan tandus karena kandungan tanahnya terlalu asam maupun karena limbah.
Kersen, sangat mudah berkembang di daerah panas, dan berbunga sepanjang tahun, bunganya berwarna putih. Kersen disamping disukai lebah, juga buahnya dapat dimanfaatkan untuk meredakan asam urat. Bunga kersen merupakan sumber pollen dan juga nectar meski tak sebanyak kaliandra dan kayu putih merah. Kersen merupakan salah satu tanaman yang mudah dibentuk polanya sehingga bila ditata dengan baik bisa menjadi tanaman kebun yang berbentuk unik. Tanaman kersen sangat mudah di pemeliharaanya, dan sangat cepat pertumbuhannya seperti kaliandra.
Klengkeng, sekarang banyak varietas yang bisa ditanam di daerah panas. Klengkeng merupakan sumber nectar yang sangat disukai lebah dan biasanya madunya dihargai lebih mahal. Buah klengkeng mempunyai nilai ekonomi yang sangat potensial karena harganya yang mahal. Sedangkan saat pembungaan, kandungan nectar juga dikatagorikan sangat baik sehingga disukai lebah. Klengkeng bisa berbuah antara umur 2-5 tahun. Jenis tanaman ini berbunga musiman, sehingga tidak selalu dapat menyediakan nectar setiap saat.
Durian, sekarang telah banyak muncul varian durian yang asli indonesia,  yang mendapat sertifikasi unggul. Salah satu jenis durian unggul adalah durian menoreh dari Jogjakarta dengan 3 varian (kuning, merah dan original). Durian ini mampu berbuah pada usia 4-7 tahun, dan telah dibudidayakan di banyak tempat di Indonesia. Selain durian tersebut, pernah saya menikmati durian asli pekalongan (Kec. Doro) yang mempunyai rasa yang tidak kalah dengan monthong (lebih enak bahkan) dengan biji yang identik dengan monthong (kecil) dengan kelebihan daging buahnya lebih keset. warna durian ini coklat kusam dengan duri-duri yang cenderung pendek, jarang dan tumpul. Saya kira ini bisa menjadi durian unggulan Pekalongan dengan mengembangkan pembibitan skala komersial melalui okulasi.
Dan masih banyak varietas buah yang bisa ditanam di kebun seperti mangga, belimbing, sawo, mundu, dll.